Postingan

LAMPAHAN UTTAMOPADESA

Gambar
29 Prinsip Menata Cipta, Rasa, dan Budi. Lampahan Uttamopadesa merupakan tuntunan praktis untuk menghidupkan kawruh dalam kehidupan sehari-hari. Kawruh tidak berhenti sebagai pengetahuan yang dipahami oleh pikiran, tetapi perlu diwujudkan menjadi laku nyata. Sebab, kawruh tanpa laku hanya menjadi pengertian, sedangkan laku tanpa kawruh dapat kehilangan arah. Keduanya perlu berjalan bersama sebagai bagian dari proses pembentukan manusia yang lebih sadar, jujur, bertanggung jawab, dan berbudi luhur. Dalam kerangka Uttamopadesa , perjalanan tersebut berkaitan erat dengan pembersihan cipta, rasa, dan budi, pengendalian keinginan, pengembangan kebijaksanaan, serta penerapan kasih dan kebaikan dalam hubungan dengan sesama dan alam. Tujuan akhirnya bukan sekadar memperoleh pengetahuan, melainkan membentuk kehidupan yang selaras dengan kasunyatan dan tetap eling kepada Sang Sumbering Panguripan. Serat Lampahan Uttamopadesa memuat dua puluh sembilan prinsip yang dapat dipandang sebagai peta la...

PEMAHAMAN TERHADAP KAWRUH SEJATI

Gambar
"Dalam kerangka ajaran Uttamopadesa, pemahaman terhadap Kawruh Sejati tidak ditempatkan sebagai pencapaian intelektual semata". Kawruh Sejati tidak cukup dipahami sebagai sebuah pengetahuan yang dapat dikumpulkan, dihafalkan, kemudian dibicarakan kepada orang lain. Pemahaman terhadap Kawruh Sejati menuntut sesuatu yang jauh lebih dalam, karena yang menjadi persoalan bukan sekadar seberapa banyak seseorang mengetahui suatu ajaran, melainkan sejauh mana pengetahuan tersebut mampu mengubah cara manusia memahami dirinya, menjalani kehidupannya, serta menata hubungan dengan sesama dan dengan Sang Sumbering Panguripan. Dalam kerangka ajaran Uttamopadesa, pemahaman terhadap Kawruh Sejati tidak ditempatkan sebagai pencapaian intelektual semata. Kawruh Sejati berkaitan dengan pemahaman yang menerangi kehidupan manusia sehingga seseorang mampu melihat persoalan kehidupan dengan lebih jernih, tidak mudah dikuasai oleh keinginan, dorongan ego, maupun penilaian yang terburu-buru. Di sinil...

KAWRUH SEJATI, JANMA SANES NAMUNG RAGA

Gambar
  Janma Sanès Namung Raga, Nanging Reroncening Cipta, Rasa, lan Karsa Janma ingkang sejati boten namung kawawas saking raganipun, nanging ugi saking cipta, rasa, lan karsa ingkang dados pratandhaning kasadaran lan laku gesangipun. Saking telu punika, kawangun budi ingkang nggambaraken kualitasipun lampahing janma. Uttamopadesa — Kawruh Sejati — Dalam perjalanan memahami kawruh sejati, manusia perlu melihat dirinya secara lebih utuh. Manusia bukan hanya tubuh yang dapat dilihat, disentuh, dan dikenali melalui ciri-ciri jasmaninya. Di balik raga terdapat proses batin yang membentuk cara seseorang memandang kehidupan, merasakan berbagai keadaan, menentukan kehendak, dan akhirnya mengambil tindakan. Karena itu, memahami janma tidak cukup hanya dengan melihat raganya, sebab kualitas kehidupan manusia justru banyak tercermin melalui bagaimana cipta, rasa, dan karsanya bekerja. Raga merupakan bagian yang tampak, sedangkan cipta, rasa, dan karsa merupakan bagian yang bekerja di dal...

KAWRUH SEJATI, SANGKANING DUMADI

Gambar
Sangkaning Dumadi tumuju Pangertosan lan Wangsul  Sedaya dumadi medal saking Hyang Manon lan badhé wangsul dhateng sumberipun. Lampahing janma inggih punika ngudi kawruh, ngresiki budi, saha nyumêrêpi margi wangsuling manah dhateng Sang Sumbering Panguripan. Uttamopadesa — Kawruh Sejati — Dalam perjalanan kawruh sejati, manusia tidak hanya diajak memahami dari mana kehidupan berasal, tetapi juga diarahkan untuk memahami ke mana kehidupan semestinya menuju. Pertanyaan tentang asal dan tujuan kehidupan menjadi bagian penting dalam pencarian makna, karena manusia yang mengetahui asal keberadaannya akan lebih mudah memahami kedudukan dirinya, sedangkan manusia yang menyadari arah perjalanan hidupnya akan lebih mampu menentukan bagaimana seharusnya ia menjalani kehidupan. Butir “ Sangkaning Dumadi tumuju Pangertosan lan Wangsul ” mengandung pemahaman bahwa seluruh keberadaan memiliki asal dan perjalanan. Segala dumadi dipahami berasal dari Hyang Manon, Sang Sumbering Panguripan, ...