MEMAHAMI BATAS KEHIDUPAN

“Kasunyataning Laku bisa katon lumantar Ngrumangsani Wewatesaning Panguripan Janma.”

Prinsip kedelapan Nawa Prasanti Batin Uttamopadesa adalah mengajak manusia melihat salah satu kenyataan paling mendasar dalam kehidupan, yaitu manusia memiliki batasan hidup.

Manusia memiliki batas kemampuan, batas pengetahuan, batas waktu, batas kekuatan, dan akhirnya batas usia. Namun dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering bertindak seolah-olah semua hal dapat dikuasai.

Keinginan untuk mengendalikan kehidupan secara mutlak dapat menjadi sumber kegelisahan.

Karena itu ngrumangsani wewatesaning panguripan janma menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju prasanti.

Menyadari bahwa manusia memiliki batas.
Ngrumangsani bukan sekadar mengetahui secara pikiran. Ada unsur pengakuan terhadap kenyataan diri.

Manusia dapat mengetahui bahwa dirinya memiliki batas, tetapi tetap hidup seolah-olah batas tersebut tidak ada.

Ngrumangsani berarti membawa pengetahuan tersebut ke dalam cara menjalani kehidupan.

Ia menyadari bahwa tidak semua keinginan harus terpenuhi.

Tidak semua pertanyaan dapat segera dijawab.

Tidak semua keadaan dapat dikendalikan.

Tidak semua kemampuan dapat dikuasai.

Kesadaran tersebut membuat manusia lebih rendah hati.

Batas bukan kegagalan.
Wewates sering dipandang sebagai sesuatu yang negatif.

Padahal batas merupakan bagian dari tatanan kehidupan.

Tubuh memiliki batas agar manusia memahami kebutuhan istirahat.

Waktu memiliki batas agar manusia belajar menggunakan kesempatan.

Pengetahuan memiliki batas agar manusia tetap terbuka untuk belajar.

Kemampuan memiliki batas agar manusia memahami perlunya bekerja bersama.

Dengan demikian, batas bukan selalu penghalang. Batas dapat menjadi penuntun.

Hubungan dengan prasaja.
Ngrumangsani wewatesaning panguripan janma memiliki hubungan erat dengan prasaja.

Manusia yang menyadari keterbatasannya tidak perlu terus-menerus membuktikan dirinya sebagai yang paling hebat.

Ia dapat mengakui kelemahan.

Ia dapat meminta bantuan.

Ia dapat mengatakan tidak tahu.

Ia dapat menerima bahwa orang lain memiliki kemampuan yang tidak dimilikinya.
Inilah salah satu dasar prasaja.

Batas dan nalar.
Prinsip kedelapan juga berkaitan dengan prinsip ketujuh mengenai nora ngendelake nalar kumingsun.

Nalar manusia memiliki kemampuan yang besar, tetapi tetap memiliki batas.

Manusia dapat memahami banyak hal, tetapi tidak mungkin mengetahui seluruh kasunyatan kehidupan.

Kesadaran ini membuat pengetahuan tidak berubah menjadi kesombongan.

Semakin seseorang menyadari luasnya kehidupan, semakin ia memahami bahwa dirinya hanya mengetahui sebagian kecil.

Batas dan ketenteraman.
Banyak kegelisahan lahir dari keinginan untuk mendapatkan sesuatu yang berada di luar kemampuan.

Manusia ingin mengubah orang lain.

Ia ingin mengendalikan masa depan.

Ia ingin memastikan semua hasil sesuai keinginannya.

Padahal kehidupan tidak selalu berjalan seperti yang direncanakan.

Ngrumangsani wewates membantu manusia membedakan antara sesuatu yang dapat diusahakan dan sesuatu yang perlu diterima.

Di sinilah ketenteraman tumbuh.

Manusia tetap berusaha terhadap sesuatu yang dapat diusahakan, tetapi tidak terus-menerus menghabiskan batin untuk memaksa sesuatu yang memang berada di luar batasnya.

Batas kehidupan dan kematian.
Salah satu batas paling mendasar adalah usia manusia.

Menyadari bahwa kehidupan memiliki akhir bukan untuk menimbulkan ketakutan, melainkan untuk mengingatkan manusia agar tidak menyia-nyiakan kehidupan.
Waktu yang telah berlalu tidak dapat dikembalikan.

Karena itu kehidupan perlu dijalani dengan lebih sadar terhadap nilai yang hendak diwujudkan.

Kesadaran terhadap batas waktu dapat membuat manusia lebih menghargai sesama, lebih berhati-hati dalam bertindak, dan tidak terlalu banyak menghabiskan kehidupan untuk hal-hal yang tidak perlu.

Penutup.
Ngrumangsani wewatesaning panguripan janma merupakan bentuk kedewasaan dalam menjalani kehidupan.

Manusia tidak menjadi lemah karena mengakui batas. Justru dengan memahami batas, manusia dapat menempatkan dirinya secara lebih tepat.

Ia tahu kapan harus berusaha, kapan harus belajar, kapan harus meminta bantuan, dan kapan harus menerima.

Dari sana lahir ketenteraman yang lebih realistis dan lebih dalam.

FAQ Memahami Batas Kehidupan.
Apa arti ngrumangsani wewatesaning panguripan janma?
Artinya menyadari dan menerima bahwa kehidupan manusia memiliki berbagai keterbatasan.

Apakah menyadari batas berarti menyerah?
Tidak. Manusia tetap berusaha terhadap hal-hal yang masih dapat diusahakan.

Mengapa batas dapat membawa ketenteraman?
Karena manusia tidak terus-menerus memaksakan sesuatu yang berada di luar kemampuan atau kendalinya.

Apa hubungan prinsip ini dengan prasaja?
Kesadaran terhadap keterbatasan membuat manusia lebih rendah hati dan tidak berlebihan dalam menempatkan diri.

Apa hubungan prinsip ini dengan kematian?
Kesadaran bahwa hidup memiliki batas dapat mendorong manusia menggunakan kehidupan dengan lebih bermakna.

Komentar